The Designers

Merry Pramono

Nama Merry Pramono cukup dikenal di kalangan pelaku usaha kreatif  busana muslim. Ia hampir tidak pernah absen dalam berbagai pergelaran busana muslim ataupun berbagai pesta mode di Tanah Air.

Merry, yang mengecap pendidikan mode di Bunka School of Fashion dan Esmod Fashion Design ini, mengawali kariernya sebagai perancang busana wanita.  Inspirasi emas, seperti pengakuannya, datang tatkala menunaikan ibadah haji. Inspirasi itu mengantar Merry, yang mulai mengenakan busana tertutup pada tahun 1995, memproklamasikan diri sebagai desainer pakaian muslimah.

Perancang busana yang tercatat sebagai anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ini membuka butik di Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Permintaan loyal customer untuk menyediakan baju-baju siap pakai membuat Merry tergugah dan mengajak ketiga anak perempuannya untuk turun tangan. Ibu dan tiga putrinya ini kemudian mendirikan label Si.Se.Sa. pada 2011, lini kedua Merry Pramono, khusus menyediakan busana siap pakai.

Si.Se.Sa., diambil dari nama ketiga putrinya, Siriz, Senaz, dan Sansa. Sansa, yang pernah belajar desain, betugas merancang dan mengawasi produksi. Senaz, mendapat tugas menjalankan strategi pemasaran dan menangani bagian keuangan. Siriz, berkonsentrasi pada penjualan di luar Jawa.

Merry, yang paling banyak pengalaman, menjadi mentor dan penasihat.

Siriz Tentani

Anak tertua, lahir pada tahun 1979 lulus dari Universitas Trisakti jurusan Manajemen. Setelah lulus dari Trisakti, dia kemudian bergabung dengan Citibank Jakarta sebagai Marketing Officer di Kantor Cabang Kebayoran Baru. Tidak lama setelah ia memulai karirnya sebagai junior banker, dia kemudian menikah dengan Deny Zulfikar SH, LLM. Sesudah itu dia harus menemani suaminya untuk menyelesaikan gelar master di salah satu universitas besar di Eropa. Hampir dua tahun ia bepergian ke banyak kota menjelajahi keindahan dan semua aspek estetika negara-negara Eropa. Gairahnya dalam mode menjadi lebih berbeda setelah dia bergabung dengan sekolah mode Esmod di Jakarta. 


Senaz Nasansia 

Lahir pada tahun 1981, lulus dari Universitas Trisakti jurusan Arsitektur. Menjadi seorang arsitek, ia berhasil mendirikan perusahaan konsultan sendiri yang mengkhususkan diri dalam arsitektur dan konstruksi. Dia memiliki banyak klien terutama untuk rumah tinggal, renovasi kantor, desain interior dll, ini adalah pekerjaan yang sulit baginya karena dia kadang-kadang harus melakukan perjalanan di luar Jakarta.
Senaz menikah dengan Indra Muliawan SH, LLM, teman sekelas suami Siriz. Saat ia harus menemani suaminya untuk hidup beberapa tahun di Eropa, ia berhenti dari perusahaan konsultan miliknya. Sementara di Eropa, Senaz tersentuh dengan fashion, gaya dan ketrampilan budaya Eropa. Ketika itu muncul ide untuk mendirikan sebuah perusahaan fashion di kalangan keluarga, dia benar-benar tergoda untuk menguji ketajaman fashion. Dikombinasikan dengan latar belakang arsitektur-nya, itu terbukti menjadi langkah sukses untuknya. 


Sansa Enandera 

Anak ketiga, lahir pada tahun 1985. Dia lulus dari Universitas Indonesia Jakarta dan pada saat yang sama dia juga lulus dari Queenslands University di Brisbane jurusan Psikologi. Ini adalah kesempatan langka saat ia memiliki kesempatan untuk mendaftar program twinning antara dua universitas terkemuka. Dia memulai karir awalnya di The Jakarta Post, surat kabar harian milik Kompas Group. Dia menikah dengan Yudhi Rangkuti, MBA dan untuk saat ini dia adalah 100% seorang ibu rumah tangga. Lebih jauh, sementara bayinya mulai tumbuh dia berinisiatif untuk bergabung dengan sekolah mode Esmod di Jakarta. Tanpa memiliki rencana jangka panjang dalam karir fashion, rupanya ketekunan di Esmod menjadi kontribusi kuat di Si.Se.Sa.