Trend Fashion Berkembang, Boutique Si.Se.Sa Kenalkan Karyanya di Balikpapan

See Original Article

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com – Perekonomian dalam bidang bisnis di Balikpapan khusunya yang bergerak dibidang fashion semakin maju dan membantu percepatan ekonomi, Bisnis fashion di Kota Balikpapan rupanya cukup dianggap menjanjikan bagi pengusaha yang bergerak dibidang busana. Termasuk trend hijab dan dress syar’i kini kian berkembang dan menjamur.

Hal ini yang kemudian membuat berbagai brand fashion berlomba-lomba membuka outlet maupun butik di Kota Minyak.Salah satunya, fashion desainer syari Si Se Sa yang memperkenalkan hasil karya miliknya hari ini (16/11/2018)

Sementara, Istri Wakil Wali Kota Rahmad Masud, Nurlena Rahmad saat menghadiri peresmian menyatakan apresiasinya terhadap Si Se Sa yang berkenan membuka butik di Balikpapan.

“Ini bisa memberi warna tersendiri untuk trend fashion di Kota Balikpapan. Dengan begitu maka akan lebih banyak pilihan bagi para muslimah Balikpapan untuk tampil fashionable,” katanya.

Untuk menjadi berbeda, originalitas dan selalu baru wajib dimiliki sebuah line fashion. Seperti menciptakan trend baru untuk pakaian muslimah, mulai dari hijab hingga baju muslimnya. Seperti hijab anti tembem (antem) yang belakangan populer, adalah salah satu bentuk trend yang rupanya jadi pertimbangan para muslimah dalam membeli jilbab.

“Originalitas suatu produk dan menjadi trend setter, itu yang membuat suatu line brand fashion bisa survive meskipun banyak pesaing. Seperti kami yang mengeluarkan hijab antem pertama kali,” ungkap Siriz Tentari, owner Si Se Sa Boutique .

Selain originalitas, hal yang membuat suatu brand fashion bisa bertahan adalah trial and error yang dialami owner brand itu sendiri demi mendapatkan kualitas produk yang diinginkan. Selalu berinovasi dan mencoba sendiri produk membuat brand selalu bisa mengeluarkan produk terbaru dan berkualitas.

Salah satu yang juga membuat brand fashion berbeda adalah desain dan motif yang berasal dari si owner sendiri. Selain itu produk juga akan lebih mudah menjangkau ke semua kalangan bila memanfaatkan teknologi seperti sosial media.

“Kami memiliki 7 butik se Indonesia, dan salah satunya di Balikpapan. Kami memilih Balikpapan karena sudah melalui survei, dimana memang penjual di sini termasuk tinggi. Penjualan terbanyak di Kalimantam, salah satunya Balikpapan,” jelas Siriz.

Dalam pemasaran produknya, Siriz dan kedua saudarinya yang merupakan owner Si Se Sa, Senaz Nasansia dan Sansa Enandera pun menyediakan line produk mulai yang biasa hingga premium. Dari tiga line tersebut ditentukan desain dan bahan produk.

“Untuk produk fashion kami bervariasi harganya, misalnya untuk Blue, produknya kasual dengan harga terendah. Sementara itu produk orange jenisnya semi formal dan harganya menengah ke atas lah. Untuk violet, kami menggunakan bahan seperti Swarovski dan memang diperuntukkan bagi fashion show,” tutupnya.