Si.Se.Sa. dan Lima Desainer Indonesia Terbang ke Paris Fashion Week

See Original Article

JawaPos.com - Potongan modest wear akan menggema di kota mode Paris, Prancis. Pasalnya, Indonesia Modest Fashion Designers (IMFD) memboyong enam desainer anggotanya ke Fashion Studio, Paris Fashion Week 2018. Mereka adalah Jeny Tjahyawati, Lia Afif, Melia Wijaya, Si.Se.Sa, Ratu Anita Soviah, dan Nila Baharuddin.

Jeny Tjahyawati selaku Punggawa IMFD mengatakan ajang itu adalah sebuah penghargaan bagi para desainer untuk tampil memamerkan karyanya. Sebanyak 6 desainer rencananya akan tampil pada 25 September 2018 di hotel d’Evreux, Place Vendome, Paris.

“Insya Allah kami akan berangkat hari ini (21/9) dengan membawa koleksi yang lebih cenderung kepada warisan budaya pesisir ke Paris Fashion Week 2016,” kata Jeny dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (21/9).

Lima desainer di antaranya akan menampilkan busana muslim dan 1 desainer yakni Melia Wijaya akan menampilkan adibusana (couture) yang menampilkan pesona wayang golek. Masing-masing desainer akan menampilkan 15 koleksi. Selain itu para desainer tetap membawa kain nusantara seperti songket Palembang, tenun ende Bali, tenun Jember, tenun Garut dan batik Kudus.

Sementara itu, Si.Se.Sa. yang berdiri sejak tahun 2011 dan digawangi oleh Siriz, Senaz dan Sansa yang merupakan anak dari Merry Pramono. Fascinating Java menjadi tema koleksi Si.Se.Sa. yang terinspirasi dari kekayaan kebudayaan Pulau Jawa, salah satu pulau terbesar di Indonesia, yang sangat unik dan menarik.

Bahkan salah satu kekayaan seni pulau Jawa, yaitu batik telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO sejak 2 Oktober 2009. Si.Se.Sa. sendiri akan menampilkan dari batik Kudus, yang memiliki ciri khas motif Batik berupa pesona alamnya, yaitu Gunung Muria.

Untuk teknik pembuatan batiknya, menggunakan metode printing yang dikerjakan oleh perajin Kudus. Tidak hanya batik Kudus, Si.Se.Sa. juga terinspirasi Batik Pekalongan yang memiliki ciri khas Jlamprang yaitu motif yang geometris dan dinamis.

Selain terinspirasi dari Batik, Si.Se.Sa. juga terinspirasi dari kesenian bordir, yaitu hiasan yang diaplikasikan diatas kain atau bahan lain dengan jarum jahit dan benang. Bordir adalah salah satu kesenian khas dari kota Tasikmalaya, salah satu kota di Jawa Barat.

Bordir Tasik mempunyai ciri khas motif bunga dengan warna yang cerah Design Fascinating Java memiliki detil, aplikasi dan pengerjaan yang cukup sulit dengan adanya unsur Batik dan Bordir. Warna yang digunakan berpedoman pada warna Fall/Winter, seperti batik menggunakan warna ungu, pink, plum, cream, hitam, salmon dan rosewood. Sedangkan warna bordir didominasi olh hijau pine, sage, hitam, coklat, cream dan dusty pink.

Apalagi ciri khas desain syar’i yang terdiri dari dress dan khimar ini tetap menggunakan aplikasi Swarovski yang akan menambah aura kecantikan seorang wanita, tanpa harus menggunakan perhiasan, namun tetap santun dan anggun. Dengan ide kreatif pengaplikasian Swarovski pada busana syar’i membuat Si.Se.Sa. mendapat plakat rekognisi Official Branding Partner dari Swarovski Austria.

"Fascinating Java merupakan koleksi khusus untuk event Paris Fashion Week dengan menjadikan kebudayaan khas Indonesia yaitu batik Bordir sebagai focal point. Hal itu dikarenakan batik dan bordir memiliki tampilan yang indah dan mutakhir karena memerlukan ketelitian dan waktu yang lama dalam pengerjaannya," kata mereka.